Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran. Dok : Warga.
LUMAJANG, KABAR JATIM – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 4 kilometer pada Jumat (14/2/2026) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan erupsi terjadi pukul 20.02 WIB.
“Kami mendapatkan laporan terjadi erupsi Gunung Semeru berupa awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 4.000 meter mengarah ke tenggara, yakni Besuk Kobokan,” ujar Isnugroho seperti dikutip Kabar Jatim dari Antara, Jumat malam.
Menurutnya, tinggi kolom letusan tidak teramati. Namun, aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 3 menit 56 detik.
Tiga Kali APG dalam Sehari
Sebelumnya, pada Jumat yang sama, Semeru sudah tiga kali meluncurkan awan panas guguran.
-
Pukul 10.56 WIB dengan jarak luncur 3.000 meter
-
Pukul 14.22 WIB sejauh 2.500 meter
-
Pukul 14.31 WIB sejauh 2.500 meter
Seluruh luncuran awan panas tercatat berasal dari kawah puncak dan mengarah ke sektor tenggara.
Meski demikian, BPBD memastikan sejauh ini tidak ada dampak terhadap permukiman warga.
“APG yang terjadi tidak berdampak pada aktivitas warga karena jaraknya jauh dari permukiman, sehingga masih aman,” kata Isnugroho.
Status Siaga Level III
Hingga kini, status vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga) sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
“Warga juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar,” tegasnya.
Waspadai Lahar dan Guguran Lava
BPBD juga mengingatkan potensi bahaya awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Aktivitas Semeru yang fluktuatif membuat masyarakat di lereng dan aliran sungai diminta tetap tenang namun siaga, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD.
Gunung yang menjadi ikon Jawa Timur itu kembali mengingatkan, bahwa di balik keindahannya, tersimpan energi alam yang tak pernah benar-benar tidur (Ant/KJ)

